Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlusunnah Wal Jama'ah - Sheikh Shalih Al Fauzan
Jumat, 24 Juni 2011
Segala puji bagi Rabb semesta alam yang telah menunjuki kita semua kepada cahaya Islam dan sekali-kali kita tak akan mendapat petunjuj jika Allah tidak member kita petunjuk, kita mohon kepada-Nya agar kita senantiasa ditetapkan di atas hidayah-Nya sampai akhir hayat sebagaimana difirmankan Allah:
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati kecuali dalam keadaan Islam” (Ali Imran: 102).
Begitu pula kita memohon agar hati kita tidak dicondongkan kepada kesesatan setelah kita mendapat petunjuk, Allah berfirman:
“Ya Allah, janganlah Engkau palingkan hati-hati kami setelah Engkau member kami hidayah dan berilah kepada kami dari sisi-Mu kerahmatan sesungguhnya Engkau Maha Pemberi,” (Ali Imran: 8).
Dan semoga shalawat serta salam senantiasa Allah limpahkan kepada Nabi kita, suri tauladan dan kekasih kita Rasulullah Muhammad yang telah diutus sebagai rahmat bagi semesta alam. Dan semoga ridha-Nya selalu dilimpahkan kepada para sahabatnya yang salah dan suci, baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshar, serta kepada para pengikut yang setia selama waktu malam dan siang silih berganti.
Waba’du: Imilah kalimat ringkas tentang penjelasan aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang pada kenyataan hidup masa kini diperselisihkan oleh umat Islam sehingga mereka berpecah-belah. Hal itu terbukti dengan tumbuhnya beberapa kelompok (dakwah) kontemporer dan jamah-jamaah yang berbeda-beda. Masing-masing menyeru manusia (umat Islam) kepada golongan-golongannya; mengklaim bahwa diri dan golongan merekalah yang paling baik dan benar sampai-sampai seorang Muslim yang masim awam menjadi bingung kepada siapakah dia belajar Islam dan kepada jamaah mana dia harus ikut bergabung. Bahkan seorang kafirpun yang ingin masuk ke dalam Islam ikut terbawa bingung. Islam manakah yang benar yang harus didengar dan dibacanya; yakni ajaran Islam yang bersumber dari Al Quran dan As Sunnah yang telah diterapkan dan tergambar dalam kehidupan para sahabat Rasulullah yang mulia dan telah menjadi pedoman hidup sejak berabad-abad yang laul, namun justru ia hanya bias melihat Islam sebagai sebuah nama besar tanpa arti bagi dirinya.
Begitulah yang pernah dikatakan oleh seorang orientalis tentang Islam: “Islam itu terhambat oleh pemeluknya sendiri,” yakni orang-orang yang mengaku-ngaku Muslim tetapi tidak konsisten dengan ajaran Islam yang sebenarnya.
Kami tidak mengatakan bahwa Islam telah hilang seluruhnya, dikarenakan Allah telah menjamin kelanggengan Islam ini dengan keabadian-Nya, sebagaimana Allah telah berfirman:
“Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Al Quran, sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (Al Hijr: 9).
Maka, pastilah akan senantiasa aga segolongan kaum Muslimin yang akan tetap teguh memegang ajaran dan memeliharanya serta membelanya sebagaimana difirmankan Allah:
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah Lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui” (Al Maidah: 54)
Dan firman Allah:
Ingatlah, kamu Ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir Sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini (Muhammad: 38)
Golongan atau jamaah yang dimaksud adalah yang disabdakan oleh Rasulullah dalam hadist:
“Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tetap membela Al-Haq, mereka senantiasa unggul, yang menghina dan menentang mereka tidak akan mampu membahayakan mereka hingga dating keputusan Allah sedang mereka tetap dalam keadaan demikian” (HR Bukhari: 7460)
Bertolak dari sinilah kitan dan siapa saja yang ingin mengenal Islam yang benar beserta pemeluknya yang setia harus mengenal golongan yang diberkahi ini yang mewakili Islam yang benar. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan ini agar kita bias mencontoh mereka, dan agar supaya orang kafir yang ingin masuk Islam itupun dapat mengetahui untuk kemudian bias bergabung.
Download